Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonomi RI Kuartal II 2026 Diproyeksi Menguat, Purbaya: Kita Sudah Lewati Masa Ujian Itu
Advertisement . Scroll to see content

Efek Kesepakatan Damai AS-Iran, Purbaya: Harga Pertamax akan Turun

Senin, 22 Juni 2026 - 13:13:00 WIB
Efek Kesepakatan Damai AS-Iran, Purbaya: Harga Pertamax akan Turun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin harga Pertamax segera turun. (dok. TV Parlemen)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di dalam negeri, seperti Pertamax dan Pertamax Green 95, akan segera turun. Penurunan ini diyakini seiring tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu penurunan harga minyak mentah dunia.

"Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat," jelas Purbaya dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026).

Eks Ketua DK LPS ini tidak menampik lonjakan harga minyak mentah global telah menjadi salah satu kerikil tajam yang menekan postur fiskal dan menjepit perekonomian nasional selama beberapa waktu terakhir. 

Oleh sebab itu, penyesuaian tarif pada sebagian instrumen BBM non-subsidi terpaksa dieksekusi demi membentengi anggaran negara dari pembengkakan subsidi.

"Jadi memang ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali, kita dalam ujian yang berat," ungkap Purbaya.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons kenaikan harga BBM nonsubsidi yang sebelumnya dipicu gejolak harga minyak dunia. Ia memproyeksikan performa perekonomian nasional pada kuartal kedua tahun 2026 akan bergerak ke arah yang jauh lebih sehat. Redanya tekanan luar negeri ini diharapkan mampu menstimulus laju pertumbuhan domestik secara lebih ekspansif.

"Kalau dilihat dari data yang sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki fondasi yang sudah ada supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal," imbuh Purbaya.

Ia menambahkan bahwa berbagai kebijakan tidak populer yang diambil pemerintah beberapa waktu lalu semata-mata bertindak sebagai jangkar pengaman darurat agar roda ekonomi nasional tidak terseret arus krisis global.

"Jadi keadaan memang bukan ideal, tetapi kita terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya kita masih bisa bertahan dan alhamdulillah sampai sekarang masih bisa tumbuh baik kan," pungkas Purbaya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut