Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istana: Indonesia akan Kirim 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza
Advertisement . Scroll to see content

DPR Kirim Surat Persetujuan Marsekal Hadi Tjahjanto ke Jokowi

Kamis, 07 Desember 2017 - 19:47:00 WIB
DPR Kirim Surat Persetujuan Marsekal Hadi Tjahjanto ke Jokowi
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Foto: iNews.id/Felldy)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di DPR sebagai calon Panglima TNI telah selesai. Proses selanjutnya adalah pelantikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pimpinan DPR segera menandatangani surat persetujuan paripurna atas pencalonan Hadi sebagai Panglima TNI. Surat tersebut, kata dia akan dikirim ke Jokowi.

"Saya kira calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bisa segera dilantik oleh presiden," ungkap Fadli, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Dia, mengungkapkan, surat dikirim sore tadi dan sudah diterima Jokowi. Sementara kapan waktu pelantikannya, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk menentukannya.

"Mau malam ini, mau besok, terserah," ucapnya.

Sebelumnya Anggota Komisi I asal Fraksi Golkar Meuty Hafid meyakini, Hadi tidak akan berpolitik praktis dan bersikap netral dalam agenda politik tahun depan. Dia menambahkan, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu adalah figur yang tepat menjaga stabilitas NKRI pada momen politik tersebut. Keyakinan itu, kata dia diperolehnya saat melihat Hadi menjalani fit and proper test bersama Komisi I.

"Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai KSAU tidak pernah membuat pernyataan berbau politik atau dekat dengan politik. Itu yang paling utama selain kapasitas kompetensi," ujar Meutya di rumah dinas Marsekal Hadi, Jalan Rajawali Timur Blok E1, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Kamis (7/12/2017).

Penunjukkan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengembalikan tradisi yang sempat terputus, kala Presiden Jokowi memilih Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai pengganti Jenderal Moledoko karena keduanya berasal dari matra yang sama, yakni Angkatan Darat (AD). Jika merujuk pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), seharusnya kala itu Moeldoko digantikan oleh jenderal dari TNI Angkatan Udara (AU) karena posisi panglima TNI sebelumnya Agus Suhartono berasal dari Angkatan Laut (AL).

Dalam paripurna yang berlangsung siang tadi, sebanyak 178 anggota yang hadir dari 560 total jumlah anggota menyetujui pengesahan Hadi sebagai Panglima TNI.

Editor: Achmad Syukron Fadillah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut