Diundang Jokowi ke Istana, HT Siap Bantu Pemerintah Kembangkan Pariwisata
Menurut HT, Indonesia tertinggal jauh dengan negara tetangga, terkait jumlah kunjungan turis mancanegara. Tahun lalu, Indonesia hanya didatangi sekitar 16 juta turis mancanegara, sedangkan Thailand mencapai 37 juta turis mancanegara.
Untuk itu, pembangunan fasilitas yang memadai, termasuk hotel terutama di destinasi-destinasi baru merupakan salah satu upaya yang tepat untuk mendongkrak kunjungan turis mancanegara ke Tanah Air.
“Turis asing itu rata-rata setiap kunjungan membelanjakan sekitar 1.000 dolar AS. Jadi, kalau kita bisa berpartisipasi membangun pariwisata, tentunya kita akan dapat meningkatkan turis asing, sehingga meningkatkan devisa bagi negara,” ujar Hary.
Dia menambahkan, pembicaraan lebih lanjut akan dilakukan dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). “ITDC itu BUMN yang khusus mengembangkan kawasan di Bali dan Mandalika, untuk teknisnya,” kata Hary.
Saat ini pemerintah sedang mengembangkan 10 destinasi “Bali baru”. Kesepuluh destinasi tersebut yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Belitung (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), dan Mandalika (NTB).
Di Mandalika, pemerintah tengah mengebut pembangunan sirkuit MotoGP. Pembanguanan sarana dan prasarana itu ditargetkan rampung tahun depan, agar bisa digunakan untuk kompetisi MotoGP 2021.
Demi mendukung penyelenggaraannya, pemerintah telah menggelontorkan anggaran Rp450 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 11 km dan pengelolaan air bersih. Tahun ini, anggaran Rp1,6 triliun dialokasikan untuk membangun drainase, pengelolaan air, limbah dan listrik.
Editor: Ahmad Islamy Jamil