Digitalisasi Operasional dan Sistem Keselamatan Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pada berbagai fasilitas seperti SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli Nias, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, serta LPG Terminal Amurang, perusahaan menerapkan pendekatan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS) untuk memastikan keandalan aset dan keselamatan proses operasi.
Implementasi PSAIMS tersebut diperkuat melalui pelaksanaan studi risiko seperti Hazard Identification (HAZID) dan Hazard and Operability Study (HAZOP) yang dilakukan secara berkala guna mengidentifikasi potensi bahaya, meningkatkan integritas fasilitas, serta memastikan operasional berjalan sesuai standar keselamatan industri migas.
Di sisi lain, Elnusa Petrofin juga terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional melalui berbagai program efisiensi energi, pengurangan emisi, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan dan agenda Net Zero Emissions Indonesia 2060.
“Perjalanan 30 tahun ini merupakan momentum untuk terus bertransformasi. Kami akan terus menghadirkan inovasi, memperkuat keandalan operasional, dan meningkatkan standar keselamatan agar Elnusa Petrofin dapat terus menjadi mitra tepercaya dalam mendukung ketahanan energi nasional serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.
Editor: Aditya Pratama