Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ade Armando Tuding PDIP yang Pertama Angkat Wacana Polri di Bawah Kementerian
Advertisement . Scroll to see content

Di Muhammadiyah, Kapolri Sebut Kasus Penyerangan Ulama hanya Rekayasa

Sabtu, 10 Maret 2018 - 00:37:00 WIB
Di Muhammadiyah, Kapolri Sebut Kasus Penyerangan Ulama hanya Rekayasa
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (dua dari kiri) menghadiri Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, Jumat (9/3/2018). (Foto: iNews.id/Felldy Utama).
Advertisement . Scroll to see content

Saat mengunggah di media sosial, isu itu kemudian viral. Namun, begitu polisi melakukan rekonstruksi, banyak sekali keganjilan. ”Akhirnya yang bersangkutan mengakui bahwa peristiwa penganiayaan itu tidak terjadi. Tapi itu sengaja dilakukan untuk menarik perhatian pengurus masjid agar gajinya dinaikkan," kata Tito.

Fakta lain dari isu-isu ini adalah betul terjadi penganiayaan, tetapi korbannya adalah warga biasa, bukan tokoh agama. Tetapi, lanjut Tito, kejadian itu juga diviralkan di media sosial, seolah-olah korban merupakan tokoh agama.

Dalam mengungkap kasus-kasus ini, polisi juga menemukan fakta tidak ada kasus penganiayaan. Namun isu itu beredar seolah-olah terjadi penyerangan. Jumlahnya bahkan mencapai 32 kasus. ”Polri mempunyai data yang sangat lengkap sekali, kasus per kasus. Kalau dilihat semuanya bersifat spontan,” kata dia.

Tito menegaskan bahwa Polri tidak bisa menyelesaikan kasus ini sendirian. Dia berharap Muhammadiyah dan ormas agama lain turut memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap isu-isu hoax. Dia juga meminta warga untuk selalu mengecek kebenaran informasi yang berkembang.

"Seperti kata Ketua Umum Haedar Nashir, tolong tabayyun. Jangan termakan, apalagi sampai berkonflik di antara kita," kata Tito.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut