Di Australia, Prabowo Kenang Pengalaman Belajar Disiplin di RMC Duntroon Australia
"Jadi saat itu seluruh batalyon akan latihan di luar mau berangkat dengan 30 kendaraan dan disampaikan kita akan berangkat jam 1 siang. Kita dari Indonesia, sudah bersiap dari jam 11 dengan ransel dan terus pantau ke lapangan, jam 11.30 lihat ke lapangan nggak ada apa-apa, jam 12.00 nggak ada juga,” kisahnya.
“Kita jadi bingung, ternyata kendaraan baru keluar jam 12.30 dan di kendaraan itu sudah ada nomor atau kode, dan saat itu baru taruna-taruna Australia keluar, mereka langsung menuju truk masing-masing. Berarti Australian army is a smooth machine, quiet but smooth but on time. Jam 1 ya jam 1, efisien," sambung Prabowo.
Ilmu disiplin tersebut pun Prabowo terapkan saat menjadi Komandan Batalyon 328.
"Dulu kita di TNI harus diteriaki agar disiplin, harus diawasi, harus dikejar, sering dihukum. Disiplinnya yang dipaksa, but something here, namun hal ini tersebut bisa berubah ketika saya terapkan di Batalyon 328.”
“Waktu itu saya perintahkan ke perwira-perwira tiap kendaraan harus sudah dikasih kode, kompi A, pleton 1 pleton 2 pleton 3 dan seterusnya sampai kompi terakhir. Saya minta seluruh batalyon 500 orang itu naik kendaraan tanpa suara, bisa atau tidak? Dicoba dilatih dan bisa dan itulah terjadi protap batalyon saya,” kata Prabowo.
Alhasil, batalyon yang ia pimpin saat itu menjadi disiplin tanpa harus diteriaki.