Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Inilah Tokoh yang Mempelopori Pertentangan Sistem Tanam Paksa
Advertisement . Scroll to see content

Deretan Tokoh yang Menentang Sistem Tanam Paksa dari Belanda, dari Politikus hingga Golongan Pengusaha

Senin, 10 Juli 2023 - 22:32:00 WIB
Deretan Tokoh yang Menentang Sistem Tanam Paksa dari Belanda, dari Politikus hingga Golongan Pengusaha
Tokoh yang Menentang Sistem Tanam Paksa dari Belanda (Foto: Dunia Pendidikan)
Advertisement . Scroll to see content

3. Frans Van De Pute

Isaäc Dignus Fransen van de Putte, lahir pada tanggal 22 Maret 1822, adalah seorang politikus liberal terkemuka di Belanda pada paruh kedua abad ke-19. Ia memulai karirnya di bidang angkatan laut dan dikenal sebagai penentang tanam paksa yang dilakukan oleh pemerintah Belanda.

Bersama dengan tokoh lainnya, seperti Douwes Dekker, ia berjuang melawan penindasan dan penjajahan. Frans Van De Pute juga pernah bekerja sebagai pegawai di sebuah pabrik gula besar di Jawa. Gerakan penentangan yang dilakukannya melalui bukunya yang berjudul "Sulker Contacten" atau "Kontrak Gula" dalam bahasa Indonesia.

4. Conrad Theodor Van Deventer

Van Deventer, seorang ahli hukum dari Belanda dan tokoh dalam gerakan Politik Etis, dilahirkan pada 29 September 1857. Ia menentang kolonialisme pada abad ke-19 melalui gerakan humanis.

Melalui gerakan penentangannya, Van Deventer menuntut perubahan dalam hubungan yang bersifat satu pihak menjadi hubungan yang saling menguntungkan, setelah melihat perilaku bangsa Belanda dalam menjalankan kebijakan kolonial di Hindia Belanda.

5. Golongan pengusaha

Para pengusaha mendukung kebebasan berusaha karena mereka berpendapat bahwa sistem tanam paksa tidak sesuai dengan prinsip ekonomi liberal. Seiring dengan reaksi dari orang-orang Belanda yang mendukung paham liberal, sistem tanam paksa akhirnya dihapuskan mulai tahun 1865.

Demikianlah, ulasan tentang deretan tokoh yang menentang sistem tanam paksa dari Belanda.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut