Demon Core, Inti Terkuat Bom Atom yang Batal Dijatuhkan di Jepang pada Perang Dunia Ke-2
Pada malam hari tanggal 21 Agustus 1945, ilmuwan Los Alamos bernama Harry Daghlian kembali ke lab tempat ia bekerja setelah makan malam. Ia memutuskan ke lab sendirian dengan melanggar protokol keamanan.
Setibanya di lab, Daghlian mulai bekerja, mulanya ia mengelilingi bola plutonium ‘Demon Core’ dengan batu bata yang terbuat dari karbida tungsten. Batu bata karbida tungsten tersebut bisa memantulkan neutron oleh inti di atasnya.
Ketika menyusun batu bata, Daghlian tidak sengaja menjatuhkannya di atas bola plutonium, seketika Daghlian mengambil batu bata tersebut. Tapi, saat dia mengulurkan tangannya, ia merasakan sensasi kesemutan.
Akibat aksinya, Daghlian terpapar radiasi dengan dosis sangat mematikan. Tangan Daghlian mulai terbakar, melepuh, dan akhirnya jatuh kota setelah dirinya merasakan mual dan nyeri selama berminggu-minggu.
Pasca insiden tersebut, Harry Daghlian meninggal di hari ke-25. Sejumlah petugas keamanan juga terpapar radiasi namun tidak mematikan.