Demo Iran Rusuh, DPR Desak Kemlu Beri Perlindungan untuk WNI
Menurut Dave, inventarisasi jumlah dan lokasi WNI menjadi langkah mendesak yang tidak bisa ditunda. Tanpa data yang akurat, negara dinilai akan kesulitan merespons cepat jika situasi memburuk.
Ia juga menyoroti pentingnya mitigasi keamanan yang disosialisasikan secara aktif kepada WNI, bukan hanya bersifat imbauan formal. Dave menilai, komunikasi yang lemah berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Dave menegaskan, langkah-langkah tersebut merupakan ukuran kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah dinamika keamanan global yang tidak menentu.
“Langkah-langkah ini bukan hanya bentuk tanggung jawab negara, tetapi juga wujud nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi setiap warga negara Indonesia di manapun mereka berada,” ujarnya.
Meski begitu, ia memastikan, pihaknya akan terus mengawasi kesiapan dan respons Kemlu serta KBRI dalam menangani situasi di Iran. Menurutnya, keselamatan WNI harus ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan opsi terakhir.
Sekadar informasi, demo besar-besaran yang berlangsung di Iran semakin parah pada Kamis (8/1/2026). Pemerintah Iran dilaporkan merespons unjuk rasa dengan melepaskan tembakan.
Seorang dokter di Teheran kepada TIME, dikutip Sabtu (10/1/2026), mengungkapkan enam rumah sakit mencatat korban tewas mencapai 217 orang. Menurut dia, sebagian besar korban meninggal akibat peluru tajam.
Editor: Puti Aini Yasmin