Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan PHK, Dasco Sebut 200 Karyawan TikTok-Tokopedia Pilih Ambil Kompensasi
Advertisement . Scroll to see content

Dasco Panggil Menaker dan TikTok-Tokopedia, Bahas Isu PHK Massal

Senin, 06 Juli 2026 - 14:45:00 WIB
Dasco Panggil Menaker dan TikTok-Tokopedia, Bahas Isu PHK Massal
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (foto: Felldy Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menggelar audiensi bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan pihak TikTok sekaligus Tokopedia, Senin (6/7/2026). Pertemuan membahas isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan Tokopedia yang belakangan menjadi sorotan.

Dasco menyampaikan, audiensi ini dilakukan lantaran DPR telah menerima banyak masukan dan juga mencermati perbincangan yang viral di media sosial.

"Terutama menyangkut isu pemutusan hubungan kerja dari karyawan TikTok yang akhir-akhir ini mengemuka," kata Dasco usai pertemuan tertutup di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

DPR ingin meminta penjelasan dari masing-masing pihak lewat audiensi ini. Dalam pertemuan ini, pihak Tokopedia dihadiri langsung Presiden Direkturnya, Stephanie Susilo.

"Pada hari ini saya memfasilitasi pertemuan, kami mengundang perwakilan dari baik TikTok di China maupun TikTok di perwakilan TikTok di Indonesia yang mengakuisisi Tokopedia, dan tadi juga sudah sama-sama dengan Bapak Menteri Tenaga Kerja, kita melakukan dialog," ujarnya.

Sebelumnya, TikTok buka suara terkait heboh kabar PHK massal di Tokopedia yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Pemegang saham pengendali Tokopedia ini mengonfirmasi hal tersebut sebagai langkah mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Juru Bicara TikTok mengatakan perusahaan saat ini tengah melakukan penyesuaian pada organisasi riset dan pengembangan (research and development/R&D). Langkah itu disebut bertujuan memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung komunitas kreator dan penjual yang beraktivitas di platform.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).

TikTok mengakui keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Perusahaan menyatakan fokus memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak selama proses transisi berlangsung.

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," lanjutnya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut