Curhat Menkeu Purbaya, Nyaris Diceraikan Istri gegara Tak Sanggup Kuliah Ekonomi
"Ternyata susah itu sekolah ekonomi itu. Jadi saya pikir saya kan, orang ITB kan sombong ya. Masuk perusahaan yang susah masuknya, gaji gede. Itu susah sekali ininya, teknologi juga susah."
"Saya sudah nguasain semuanya. Saya pikir, ah, kalau saya sudah sepintar ini, gak ada yang gak bisa saya kuasain, pasti saya jagoan. Ternyata begitu belajar ekonomi, dua bulan udah pusing. Saya enggak ngerti, bukan enggak ngerti bahasa Inggris, ilmunya terlalu tinggi karena saya masuk dari S-1 langsung S-3," katanya.
Purbaya pun hampir menyerah. Ia sempat menyampaikan kepada sang istri, Ida Yulidina, tentang keinginannya pulang ke Jakarta. Namun, respons Ida justru mengejutkan. Dia mengancam akan menceraikan Purbaya jika menyerah di tengah jalan.
"Ya udah sempat bilang menghadap istri, Juni kita pulang, ya Juni kita pulang ke Jakarta, sampai Jakarta kamu saya cerai. Ya takutlah kalau gitu, saya rugi," kenang Purbaya.
Ancaman itu justru dianggapnya positif. Purbaya akhirnya memilih bertahan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dan kemudian meniti karier sebagai ekonom senior. Ia pernah menjabat Chief Economist Danareksa Research Institute, Direktur Utama Danareksa Securities, hingga anggota direksi PT Danareksa (Persero).
Kariernya terus berlanjut dengan posisi strategis di pemerintahan, antara lain sebagai staf khusus di Kemenko Perekonomian, Kemenko Polhukam, hingga Kemenko Maritim. Dia juga pernah menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan.
Purbaya kemudian dipercaya menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pada 8 September 2025, Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Editor: Maria Christina