Ciri-ciri Wawancara yang Efektif dalam Penelitian Kualitatif
Berikut adalah ciri-ciri wawancara:
Contoh Identifikasi Masalah dalam Penelitian Beragam Tema
Dalam wawancara, terdapat dua pihak yang terlibat, yaitu pewawancara dan narasumber.
Pewawancara bertugas mengajukan pertanyaan, sementara narasumber memberikan jawaban berdasarkan pengalaman atau pengetahuannya.
Penelitian Ilmiah dan Program Pemulihan Cedera Atlet eSport
Wawancara melibatkan interaksi langsung antara pewawancara dan narasumber. Interaksi ini bisa dilakukan secara tatap muka atau melalui media komunikasi lainnya seperti telepon atau video call.
Pertanyaan dalam wawancara bisa bersifat terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur.
4 Tahap Pengolahan Data Kuantitatif dalam Penelitian, Pengertian dan Fungsinya
Pertanyaan terstruktur memiliki format yang sudah ditentukan sebelumnya, sementara pertanyaan tidak terstruktur lebih fleksibel dan memungkinkan pewawancara untuk menggali informasi lebih dalam.
Wawancara bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan detail. Pewawancara dapat mengeksplorasi jawaban narasumber dengan mengajukan pertanyaan lanjutan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.
Wawancara dalam penelitian kualitatif menekankan pada subjektivitas narasumber. Data yang diperoleh berupa kata-kata, ungkapan, dan informasi yang menggambarkan makna keseharian serta problematis dalam kehidupan seseorang.
Wawancara memberikan fleksibilitas dalam pengumpulan data. Pewawancara dapat menyesuaikan pertanyaan dan pendekatan sesuai dengan situasi dan respon narasumber.
Dengan memahami ciri-ciri wawancara, peneliti dapat lebih efektif dalam mengumpulkan data yang relevan dan mendalam untuk penelitian kualitatif. Metode ini sangat berguna untuk menggali informasi yang tidak dapat diukur secara kuantitatif dan memberikan wawasan yang lebih kaya tentang fenomena yang diteliti.
Editor: Komaruddin Bagja