Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Permintaan Bertambah, Kemlu Siapkan Evakuasi WNI Tahap 2 di Iran
Advertisement . Scroll to see content

Cerita WNI soal Situasi di Teheran saat Iran Dibombardir Israel: Mencekam!

Rabu, 25 Juni 2025 - 06:45:00 WIB
Cerita WNI soal Situasi di Teheran saat Iran Dibombardir Israel: Mencekam!
Ali Murtado, WNI yang dievakuasi dari Iran, membagikan cerita soal situasi di Teheran saat diserang Iran. (Foto: Felldy Aslya Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ali Murtado, salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah menjalani pendidikan di Iran, membagikan kondisi mencekam yang terjadi di Teheran saat dibombardir Israel. Dia mengatakan situasi di ibu kota Iran itu cukup mencekam.

Ali mengatakan ikut mengevakuasi diri dari Iran setelah mendapat kabar dari grup WhatsApp (WA) yang beranggotakan para WNI. Akhirnya, dia memutuskan berangkat dari Kota Qom menuju KBRI yang berada di Teheran.

Setiba di Teheran, dia merasakan mencekamnya suasana perang. Kondisi itu jauh berbeda seperti di Kota Qom, tempat dia tinggal.

"Saya menginap di sana semalam, dan kondisi di sana cukup mencekam karena ada serangan dari Israel di beberapa saat, dan berhenti beberapa saat, dan kadang-kadang lanjut," kata Ali di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Selasa (24/6/2025) malam.

Beruntung, kata dia, serangan yang dilancarkan Israel itu tidak ada yang mampu jatuh ke tanah Teheran lantaran berhasil ditepis oleh drone milik Iran.

Meski begitu, lanjutnya, banyak warga asli Teheran memilih meninggalkan wilayah tersebut selama perang berlangsung.

"Kalau saya lihat di Teheran, karena masyarakat Teheran itu sebagian besar keluar dari Teheran, mungkin mereka takut karena setiap malam ada serangan di sana," ujarnya.

Imbas meningkatnya eskalasi, Ali mengatakan pemerintah Iran menutup akses komunikasi dan informasi. Hal ini yang membuat dirinya juga sulit mengabarkan keluarga saat hendak dievakuasi ke Indonesia.

"Sulit, enggak bisa (komunikasi). Saya bisa informasi dengan keluarga itu mendapat informasi setelah berada di Azerbaijan," tutur dia.

Diketahui, sebanyak 11 WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (24/6/2025) malam. Kedatangan WNI tersebut disambut langsung Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Andy Rachmianto.

"Saya atas nama Menteri Luar Negeri, Alhamdulillah baru saja kurang lebih satu jam lalu kita menyambut saudara-saudara kita, warga negara Indonesia yang sudah berhasil kita evakuasi dari Teheran," ujar Andy.

Andy menambahkan, evakuasi WNI dari Iran tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto sejak konflik antara Iran dan Israel kian memanas.

"Ini tentunya sesuai dengan arahan bapak presiden beberapa waktu lalu sejak konflik ini terjadi agar pemerintah melakukan langkah-langkah antisipasif dan persiapan, sehingga kita sejauh ini telah mengeluarkan kurang lebih 97 WNI dari Iran," ucapnya.

Dia menjelaskan, 97 WNI tersebut dievakuasi dari Teheran dan beberapa kota lainnya menuju ke perbatasan Azerbaijan lalu bergerak menuju Baku. Setelah itu, para WNI diterbangkan ke Tanah Air dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. 

"Alhamdulillah kurang lebih pukul 17.35 WIB, dari 97 yang sudah kita evakuasi, 11 orang sudah tiba di Jakarta. Mereka berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Alhamdulillah mereka dalam keadaan sehat," tuturnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut