Cerita Prabowo Diberi Sajadah Wismoyo Sebelum Berangkat Operasi Timor-Timur
"Selain itu beliau juga selalu mengingatkan ojo ngerasani wong artinya jangan menjelekkan orang lain," tuturnya.
Salah satu kenangan yang sampai kini masih diingat Prabowo, ketika menjelang pemberangkatan operasi militer ke Timor-Timur di akhir Oktober 1978. Ketika itu, Prabowo menjabat sebagai Komandan Kompi Grup 1 korps baret merah.
Sebelum pesawat terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Wismoyo memanggilnya. Beberapa kali pula Wismoyo melempar pertanyaan mengenai kesiapan Prabowo sebelum menjalani operasi tersebut.
"Saya menjelaskan semua peralatan sudah siap. Mulai dari senjata, peluru, kompas hingga obat-obatan," katanya.
Akan tetapi, kata Prabowo, Wismoyo kembali menanyakan karena jawabannya karena tak puas keluar dari mulut Prabowo. Wismoyo lantas menjelaskan maksud dan tujuan pertanyaannya, yang tak lain adalah persiapan agar Prabowo selalu dekat dan ingat Tuhan.
"Kemudian beliau masuk kamar dan saat keluar beliau membawa bungkusan dan diberikan kepada saya. Dan, isi bungkusan tersebut adalah sajadah, beliau meminta saya menaruh sajadah itu dalam ransel saya selama bertugas," katanya.
Editor: Faieq Hidayat