Cerita Peserta Sunat Massal Wing 1 Paskhas dan MNC Peduli Diminta Baca Alquran oleh Ibunya
"Enggak sakit sih sebenarnya. Cuma tadi aku nangis karena takut aja," katanya.
Octa mengaku selama proses sunat diminta oleh sang ibu untuk istigfar dan membaca surat-surat pendek di Alquran guna menghilangkan rasa sakit. Menurut dia, dokter yang menanganinya rajin menenangkan dengan memberi analogi disuntik seperti digigit semut.
"Kata ibu disuruh tarik nafas sama baca Alquran. Terus kata Pak Dokter cuma kayak digigit semut, enggak sakit. Octa juga enggak boleh banyak gerak nanti," paparnya.
Peserta lain, bernama Raka (8) mengaku mengikuti acara sunat massal atas kemauannya sendiri. Tanpa ada rasa takut, dia diantar ke lokasi dengan ibu dan bapaknya.
"Aku mau sunat sendiri, berani. Tadi sama sekali enggak degdegan," ujar Raka.
Setelah ini, dia mengaku akan meminta hadiah kepada orangtuanya berupa sepeda dan lego. Menurut dia, hal itu sebagai bentuk apresiasi yang diberikan atas keberaniannya.
"Mau minta sepeda abis ini, sama mainan lego ke Ayah," jelas Raka.
Isnurwanto, ayah Raka mengucapkan terima kasih atas gelaran sunatan massal yang digelar oleh Wing 1 Paskhas bekerja sama femgan MNC Peduli. Dia berharap, selepas dari kegiatan ini anaknya bisa sehat dan beraktivitas normal kembali.
"Saya dapat informasi dari saudara saya kalau ada sunatan massal di sini. Terima kasih untuk Paskhas dan MNC Peduli atas kegiatan yang dilakukan. Ya semoga anak saya lekas pulih dan selalu sehat," katanya.
Editor: Faieq Hidayat