Cerita Perantau Tak Mudik, Pilih Rayakan Lebaran dan Berwisata di Kota Tua
Ia menambahkan, momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mencari suasana baru setelah sekitar satu tahun merantau di Jakarta dan belum pernah merasakan Lebaran di ibu kota.
Menurut Dhaffa, daya tarik Kota Tua bukan hanya bangunan bersejarahnya, tetapi juga suasana interaksi antarpengunjung yang terasa hangat.
Dhaffa bilang, ruang publik seperti Kota Tua juga menjadi tempat untuk membangun interaksi sosial yang kini dirasa mulai berkurang.
“Seperti tadi jalan beberapa menit tadi aja kayak udah ngobrol sama beberapa orang, kayak sapa-sapaan padahal sama sekali nggak kenal. Jadi kayak hal-hal yang bisa membuat kita saling ngobrol, tadi ketemu dengan orang dari Surabaya, dari Kalimantan, ” ujarnya.
Berdasarkan data Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, jumlah pengunjung pada hari kedua Lebaran mencapai 12.689 orang sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Adapun pada Senin (23/3/2026) hingga pukul 12.00 WIB, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 5.366 orang, terdiri dari 5.273 wisatawan domestik dan 93 wisatawan mancanegara.
Pantauan di lokasi, wisatawan memanfaatkan berbagai aktivitas, mulai dari berfoto dengan manusia patung, menyewa sepeda ontel, hingga bersantai di area teduh. Nuansa klasik kawasan juga semakin terasa dengan kehadiran atraksi seperti noni Belanda, kendaraan kuno, hingga replika peralatan dan senjata Perang Dunia II.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengunjungi sejumlah museum di kawasan tersebut, seperti Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, dan Museum Bank Indonesia.
Editor: Puti Aini Yasmin