Cerita Mahasiswa asal Madura Jalani Ramadan di Inggris, Siapkan Makanan dari Sebelum Puasa
JAKARTA, iNews.id - Pelaksanaan ibadah Ramadan wajib dilaksanakan setiap muslim yang mampu. Salah satunya adalah mahasiswa asal Sumenep Madura bernama Athi Nur Auliati Rahama.
Athi, sapaan akrabnya saat ini tengah menjalani S2 jurusan Nanoscience and Functional Nanomaterials di Bristol Centre of Functional Nanomaterials (BCFN), School of Physics, Faculty of Science, University of Bristol, Inggris. Pendidikan itu ia tempuh dengan beasiswa Indonesia Maju Puspresnas dari Kemdikbud.
Menurut Athi, saat ini puasa di Inggris bertepatan dengan musim semi sehingga durasi siang lebih lama. Bahkan, di awal Ramadhan ia menjalani Subuh di pukul 5 pagi dan Magrib di pukul 7 malam.
Kemudian, semakin mendekati Idulfitri, waktu Subuh berada di pukul 4 pagi dan Magrib di pukul 8 malam. Alhasil, ia harus menahan rasa haus dan lapar selama 16 jam lamanya.
Tak cuma itu, sebagai mahasiswa nanosains, Athi diharuskan bolak-balik ke 3 lab, yakni Materials Lab di School of Physics, Thermofluids Lab di School of Engineering, dan Chemistry Laboratory di School of Chemistry. Ia pun kadang merasa lelah namun harus semangat.