Cerita Bahlil soal Cadangan LPG Sempat Masuk Fase Kritis: Sekarang Bisa Tidur Nyenyak
JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui cadangan Liquified Petroleum Gas (LPG) nasional sempat memasuki fase kritis. Pada momen tersebut ketersediaan gas hanya mampu menopang beberapa hari saja.
Bahlil menjelaskan, kondisi tersebut tidak lepas dari situasi yang saat tengah terjadi ketika pasokan energi dunia mengalami gangguan akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah. Fase kritis ketersediaan LPG ini terjadi sebelum 4 April lalu.
"Urusan LPG kita sudah kita keluar dari zona yang sangat mengkhawatirkan. Jadi insyaallah stok BBM kita aman. Baik solar, bensin, LPG, dan atur. Kita sudah bisa tidur nyenyak," ujar Bahlil saat peluncuran Buku Satya Widya Yudha di Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Bahlil menambahkan, saat ini cadangan LPG Nasional telah mendekati fase normalnya yaitu 10 hari. Angka ini meningkat jauh dibandingkan posisi cadangan sebelum 4 April lalu.
AS Terus Kirim Pesawat Tempur ke Timur Tengah meski Klaim Perang Segera Berakhir
Hal ini merupakan kontribusi dari para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mau menjual produknya ke dalam negeri, ketimbang ekspor.
"Ibarat orang sakit itu kita keluar ruangan ICU itu tanggal 4-5 April. LPG kita tanggal 4, tanggal 5 itu, tidak pernah terjadi cadangan kita cuma beberapa hari. Tapi mulai 2 hari kemarin saya sudah bisa tidur nyenyak," tuturnya.
AS Kirim 1 Kapal Induk Lagi ke Timur Tengah, Perang Lawan Iran Belum Akan Berakhir?