Cerita Agus Nurjaman Honorer Kesehatan Teladan asal KBB, Tagih Janji Menkes Jadi ASN
Agus telah mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun dia hanya mendapatkan nilai afirmasi 75 poin dan tidak lolos karena pemerintah memprioritaskan tenaga honorer dari Kategori 2.
Sementara soal janji menjadi pendamping haji, Kemenkes menyatakan hanya mengakomodasi mereka yang sudah berstatus PNS. Agus pun kecewa karena merasa harapannya pupus meski sudah mengabdi tanpa pamrih selama bertahun-tahun.
Dari janji-janji yang pernah diucapkan, hanya sepeda motor yang benar-benar diterimanya. Namun Agus belum bisa menggunakan kendaraan itu secara legal karena harus membayar bea balik nama (BBN) sebesar Rp4,7 juta.
"Kalau hadiah motor sudah dapat, tapi sampai sekarang belum balik nama karena harus ada uang Rp4,7 juta," katanya.
Agus Nurjaman dikenal luas lewat program sosialnya bertajuk NgaDor (Ngakhitan Door To Door). Program ini sudah dijalankannya selama lebih dari 10 tahun dengan mengkhitan ribuan anak dari keluarga tidak mampu di KBB.