Bupati Purwakarta Bongkar Cerita di Balik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat, Tak Bermaksud Menyinggung!
Om Zein mengaku saat menulis puisi tersebut dirinya merasa berada dalam fase kehidupan yang 'bragajul' atau nakal. Dari situlah muncul kalimat yang kemudian menjadi bagian dari lirik lagu.
"Sehingga saya merenung dan berpikir, ‘Ya Tuhan, untung saya diciptakan jadi laki-laki. Entah kalau jadi perempuan bagaimana jadinya saya’. Itulah yang ingin saya ungkapkan pada saat itu," katanya.
Dia menegaskan penggalan lirik tersebut merupakan refleksi terhadap dirinya sendiri, bukan ditujukan untuk merendahkan perempuan. Bahkan, dia mengaitkannya dengan penampilannya saat masih berambut panjang.
"Saya jadi laki-laki pun pada saat itu rambut saya panjang. Apalagi jadi perempuan, kan begitu. Dan hal-hal lainnya termasuk yang ada dalam lirik lagu itu," ujarnya.
Om Zein juga menepis anggapan bahwa lagu tersebut dibuat saat dirinya menjabat sebagai kepala daerah. Dia menjelaskan puisi itu telah beberapa kali dibacakan dalam berbagai kesempatan sejak 2020. Kemudian, pada 2023, seorang seniman menawarkan untuk mengaransemennya menjadi lagu secara cuma-cuma.