Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Puasa Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi ? Potensi Beda Muhammadiyah, BRIN dan Kemenag
Advertisement . Scroll to see content

BRIN Prediksi 1 Ramadan Jatuh pada 12 Maret: Tanggal 10 Hilal Tidak Terlihat

Jumat, 08 Maret 2024 - 14:54:00 WIB
BRIN Prediksi 1 Ramadan Jatuh pada 12 Maret: Tanggal 10 Hilal Tidak Terlihat
Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin. (Foto: Widya Michella)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menyebutkan hilal diprediksi tak terlihat pada 10 Maret 2024. Maka, 1 Ramadan 1445 H diprediksi jatuh pada 12 Maret 2024.

"Tanggal 10 saat magrib tidak ada hilal yang terlihat, belum memenuhi visibilitas hilal," katanya saat konferensi pers di Kantor BRIN, Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Dia mengatakan para perukyat tak bisa melaporkan melihat atau tidaknya hilal secara sendiri-sendiri. Namun, harus dikumpulkan untuk bisa menarik kesimpulan.

"Karena contohnya dalam hadis Rasul ada orang Badui melihat hilal, ia tidak mengumumkan sendiri saya melihat hilal, tetapi melaporkan terlebih dahulu kepada rasul bahwa saya melihat hilal. Kemudian Rasul memverifikasi dari segi keimanannya dan dari segi benar dia melihat hilal. Kemudian Rasul menyatakan, 'Iya, hilal sudah terlihat dan besoknya atau mulai saat magrib sudah tanggal satu'. Jadi dari contoh Rasul, isbat diperlukan," katanya.

Thomas menjelaskan pemerintah mengadopsi penghitungan baru perihal penetapan bulan baru hijriah.

Berdasarkan hasil kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021 lalu, kriteria hilal berubah menjadi ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

"Masing-masing Kementerian Agama menandatangani, pada prinsipnya sepakat untuk menggunakan kriteria baru MABIMS. Kriteria lama yang biasa disebut kriteria 238, tinggi 2 derajat, elongasi 3 derajat atau umur bulan 8 jam itu per 8 Desember 2021 atau 1443 H disepakati diganti yaitu tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4," jelasnya.

"Sehingga diprakirakan walaupun secara hisab belum bisa dipastikan, itu pada tanggal 10 (Maret) magrib itu tidak ada hilal yang terlihat dan belum memiliki kriteria, sehingga awal Ramadan jatuhnya tanggal 12 (Maret 2024)," tutur dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut