BPIP Akan Fokus pada Tiga Isu Ini untuk Gelorakan Pancasila
Benny juga mengusulkan kepada BPIP agar terus membangun atau menjalin hubungan dengan sejumlah komunitas-komunitas di masyarakat. Dengan komunikasi tersebut diharapkan nantinya lahir aksi nyata terkait penghayatan nilai-nilai yang terkandung dari masing-masing sila dalam Pancasila.
"Itu yang dibutuhkan ke depannya. Maka ke depan memang kita membutuhkan sebuah kemampuan untuk membangun narasi di ruang publik," ujarnya.
Asal Usul Salam Pancasila
Sebelumnya Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Akbar Hadi Prabowo menuturkan, asal usul salam Pancasila mengadopsi salam merdeka yang pernah digaungkan proklamator Indonesia Bung Karno pada 31 Agustus 1945. Maklumat tersebut berlaku pada 1 September 1945.
"Jadi ketika di awal kemerdekaan ini, bagaimana untuk mempersatukan dan membangkitkan semangat kebangsaan, maka Bung Karno menggelorakan yang namanya salam merdeka. Salam merdeka itu tidak mengepal ya, tapi 5 jari di atas pundak dengan jari-jari rapat," ujarnya dalam rapat BPIP bersama media secara daring, Selasa (20/10/2020).
Sayangnya, seiring berjalannnya waktu, semangat-semangat kebangsaan tersebut mulai memudar. Bahkan, kata Akbar, lembaga yang mengurusi pembinaan ideologipun saat itu tidak ada.
Kemudian, beberapa tahun belakangan ini Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berinisiatif mengadopsi salam merdeka yang digelorakan sang ayah, Bung Karno untuk digunakan kembali. "Oleh karena itu, ibu Megawati menggaungkan yang namanya salam pancasila," katanya.
Editor: Djibril Muhammad