Boni Hargens Puji RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza: Kembalikan Hakikat Politik Bebas Aktif
JAKARTA, iNews.id - Pengamat politik Boni Hargens memuji langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan bergabung ke Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza. Dia menilai langkah tersebut patut diapresiasi.
"Apakah di situ (keputusan bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza) ada peran Menlu-nya, atau ini murni keputusan Pak Prabowo, yang jelas itu langkah yang smart dan strategis," ujar Boni dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di Balik Pertemuan Prabowo dan Tokoh Kritis' yang tayang di iNews, Selasa (10/2/2026).
Dia menilai pemerintahan Prabowo telah mengembalikan hakikat politik bebas aktif yang selama ini menjadi kebijakan luar negeri Indonesia.
"Saya mengapresiasi pemerintah Pak Prabowo karena dia mengembalikan hakikat dari politik bebas aktif Indonesia yang menjadi the nature of Indonesia's foreign policy," tutur dia.
Susno Duadji Ungkap Prabowo Kantongi Daftar Jenderal yang Diduga ‘Bermain’ di Tambang Ilegal
Dia menuturkan, keputusan terlibat Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyeimbangkan posisi Indonesia di mata blok barat usai bergabung ke Brasil, Rusia, India, China, South Africa (BRICS)
"Tiba-tiba Pak Prabowo membuat terobosan gabung di Dewan Perdamaian. Itu sesuatu pengembalian posisi kepada titik keseimbangan yang ideal, itu luar biasa, patut diapresiasi," tutur dia.
Qodari Blak-blakan Bongkar Strategi Prabowo: Tutup Kebocoran, Uangnya untuk Rakyat
Ray Rangkuti: 20 Persen Kelompok Kritis Lebih Banyak Serang Jokowi-Gibran
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono meyakini keberadaan Dewan Perdamaian Gaza merupakan langkah konkret yang telah lama dinantikan dalam mengawal proses perdamaian Palestina. Kehadiran negara-negara tersebut diharapkan dapat memastikan setiap langkah yang diambil tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.
“Kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Board of Peace ini tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan untuk tercapainya solusi dua negara,” ujar Sugiono di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026).
Dia menambahkan, Indonesia memandang penting untuk bergabung karena sejak awal konsisten mendukung perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya bagi Palestina. Meski proses pembentukan badan ini berlangsung relatif cepat, Prabowo memutuskan Indonesia untuk menjadi bagian dari Dewan Perdamaian Gaza setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis.
“Kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian, pada stabilitas internasional dan khususnya pada situasi yang terjadi di Palestina. Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut maka kita harus ada di dalamnya,” tuturnya.
Editor: Rizky Agustian