Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Susno Duadji Ungkap Prabowo Punya Daftar Pengusaha-Aparat Nakal di Pertambangan
Advertisement . Scroll to see content

Boni Hargens Apresiasi Prabowo Mau Bertemu Tokoh Kritis, Bandingkan dengan Era SBY

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:47:00 WIB
Boni Hargens Apresiasi Prabowo Mau Bertemu Tokoh Kritis, Bandingkan dengan Era SBY
Pengamat Politik, Boni Hargens dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di Balik Pertemuan Prabowo dan Tokoh Kritis', Selasa (10/2/2026). (Foto: Tangkapan Layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengamat politik Boni Hargens mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menginisiasi pertemuan dengan tokoh-tokoh kritis sebagaimana yang diungkap oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Dia pun membandingkan dengan apa yang dialaminya saat era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu.

"Ketika Menteri Pertahanan Pak Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa Presiden Prabowo menemui oposisi, saya lihat beritanya, saya apresiasi. Ini luar biasa," ucap Boni dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di Balik Pertemuan Prabowo dan Tokoh Kritis', Selasa (10/2/2026).

Boni yang mengatakan sempat menjadi 'oposisi' jalanan pada era pemerintahan SBY, justru tidak pernah merasakan hal tersebut. Dia mengenang betapa sulitnya menjalin komunikasi dengan penguasa di masa lalu.

"Saya kan hampir sepuluh tahun, oposisi jalanan terhadap pemerintahan Pak SBY dulu, belum ada Rocky Gerung tuh. Rocky masih ngumpet tuh. Nah, ketika itu tidak pernah itu yang namanya presiden mau menemui oposisi, tokoh, ngobrol," tuturnya.

Namun, dia mengatakan bahwa suasana positif itu terusik ketika Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi bahwa tokoh-tokoh tersebut bukanlah 'oposisi', melainkan hanya 'tokoh nasional yang kritis'.

Boni mengaku menangkap adanya nuansa yang mengkhawatirkan dari perubahan istilah tersebut. Menurutnya, ada dua kemungkinan di balik narasi Mensesneg. 

"Saya jadi agak menangkap ada nuansa yang tidak enak nih. Apakah dia mau menaikkan kelas dari teman-teman yang bertemu dengan Presiden, atau ingin melemahkan peran oposisi itu menjadi kelompok yang bagian dari kitalah? Artinya bahwa tidak ada lagi oposisi, kira-kira gitu," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut