Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPB Wanti-Wanti Potensi Karhutla Besar pada 2027
Advertisement . Scroll to see content

BNPB: 3 Bencana Alam di 2018 Fenomena Langka

Selasa, 25 Desember 2018 - 20:18:00 WIB
BNPB: 3 Bencana Alam di 2018 Fenomena Langka
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tsunami yang ditemukan di hutan bakau di kawasan wistata Tanjung Lesung, Banten, Selasa (25/12/2018). (Foto: Antara/Muhammad Iqbal).
Advertisement . Scroll to see content

"Gempa memicu tsunami yang tiba sangat cepat hanya dalam waktu empat menit lalu terjadi likuifaksi yang merupakan peristiwa terbesar di dunia," ujar Sutopo.

Setelah itu gempa bumi beruntun di Lombok dan Sumbawa. Bencana tersebut menyebabkan 546 orang meninggal, 1.886 orang luka-luka dan kerugian ekonomi sekitar Rp17,13 triliun.

"Ketiga bencana ini aneh dan langka terjadi, sementara tsunami yang terjadi di Selat Sunda juga fenomena yang langka karena dipicu oleh longsoran bawah laut dan erupsi dari gunung Anak Krakatau," kata pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah ini.

Sutopo sebelumnya mengatakan tsunami Selat Sunda fenomena langka karena tidak dipicu gempa. Tsunami itu akibat longsoran seluas 64 hektare Gunung Anak Krakatau.

"Fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan. Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian,” ujarnya dalam akun Twitter, Minggu (23/12/2018).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut