BMKG Siaga Modifikasi Cuaca selama Lebaran, Antisipasi Hujan Ekstrem dan Karhutla
BMKG menegaskan, operasi modifikasi cuaca tidak dilakukan secara terus-menerus, melainkan bersifat situasional tergantung kondisi atmosfer. Jika terdeteksi potensi hujan ekstrem, maka tindakan akan segera dilakukan.
“Ini situasional tergantung kondisi apabila berpotensi terjadi hujan ekstrem itu akan segera dilakukan modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan sekitar 20 sampai 50 persen,” ujar Faisal.
Dengan strategi ini, diharapkan dampak banjir maupun gangguan perjalanan saat arus mudik dan balik bisa diminimalisasi,
Berbeda dengan Pulau Jawa, BMKG justru melakukan modifikasi cuaca untuk menambah curah hujan di wilayah Riau. Langkah ini bertujuan mencegah dan mengendalikan potensi kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi saat musim kering.
BMKG juga mengingatkan bahwa tahun 2026 berpotensi mengalami musim kemarau yang datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini berisiko memicu kekeringan, karhutla, hingga gangguan kesehatan masyarakat.