Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pancaroba Tiba! BMKG: Waspada Cuaca Panas Bisa Tiba-Tiba Hujan
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Panjang, Wanti-Wanti Dampaknya

Jumat, 17 April 2026 - 13:19:00 WIB
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Panjang, Wanti-Wanti Dampaknya
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Hal ini diungkapkan BMKG saat Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Fenomena El Nino yang diselenggarakan oleh Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase ENSO netral hingga pertengahan 2026. Namun demikian, hasil analisis BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya kecenderungan transisi menuju fase El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester II 2026.

“Hasil analisis BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya kecenderungan transisi menuju fase El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester II tahun 2026, dengan peluang berkisar antara 50 hingga 80 persen. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal,” ujar Guswanto dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan fenomena El Nino dengan intensitas tinggi atau belakangan disebut istilah El Nino Godzilla bukan merupakan terminologi resmi dalam ilmu klimatologi maupun dalam komunikasi publik.

“Dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, BMKG senantiasa menggunakan istilah serta hasil analisis ilmiah berbasis data untuk menggambarkan kondisi dan potensi perkembangan iklim secara akurat, objektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Guwanto mendorong kesiapan pemerintah dalam menghadapi El Nino, termasuk langkah mitigasi dan koordinasi antarinstansi.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla.

“Kami meminta seluruh jajaran di daerah menjalin kerja sama dengan instansi terkait. Libatkan semua elemen, mulai dari dinas, relawan, hingga akademisi, untuk memperkuat penanganan di lapangan,” ujarnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut