JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Hal ini diungkapkan BMKG saat Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Fenomena El Nino yang diselenggarakan oleh Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase ENSO netral hingga pertengahan 2026. Namun demikian, hasil analisis BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya kecenderungan transisi menuju fase El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester II 2026.
Viral! Puluhan Ribu Lebah Serang Israel dan Kepung Pesawat Militer, Dianggap Hukuman Tuhan
“Hasil analisis BMKG pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya kecenderungan transisi menuju fase El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester II tahun 2026, dengan peluang berkisar antara 50 hingga 80 persen. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal,” ujar Guswanto dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
BMKG Tegaskan Kemarau 2026 Lebih Kering: Bukan Terparah dalam 30 Tahun
Lebih lanjut, Guswanto menjelaskan fenomena El Nino dengan intensitas tinggi atau belakangan disebut istilah El Nino Godzilla bukan merupakan terminologi resmi dalam ilmu klimatologi maupun dalam komunikasi publik.