BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Imbas Gempa M7,6, Gelombang Tertinggi 17 Cm
BMKG menyebut gelombang tersebut tergolong kecil atau minor, sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerusakan.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono menjelaskan, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng megathrust di kawasan Palung Filipina (Philippine Trench).
“Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng megathrust, di mana Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di Palung Filipina,” ujar Daryono dalam keterangannya.
Dia menambahkan bahwa wilayah timur Filipina dan sekitarnya memang tergolong zona rawan gempa dan tsunami karena terletak di pertemuan beberapa lempeng besar dunia.
“Wilayah timur Filipina tidak hanya rawan gempa tapi juga rawan tsunami,” kata Daryono.
Menurut BMKG, sistem tektonik Filipina merupakan salah satu yang paling kompleks di dunia, terbentuk dari interaksi Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Laut Filipina.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta hanya mengacu pada informasi resmi BMKG terkait aktivitas gempa dan tsunami.
Editor: Donald Karouw