Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istana Soroti Banyak Jalan Berlubang gegara Hujan: Berisiko Fatal
Advertisement . Scroll to see content

BMKG: 50 Persen Wilayah Indonesia Masih Alami Hujan di Atas Normal pada September-Oktober

Senin, 22 Agustus 2022 - 10:42:00 WIB
BMKG: 50 Persen Wilayah Indonesia Masih Alami Hujan di Atas Normal pada September-Oktober
Ilustrasi hujan deras  (Foto: MPI/Cahya sumirat)
Advertisement . Scroll to see content

Dwikorita menyebut fenomena hujan lebat dan cuaca ekstrem yang terjadi di sepanjang musim kemarau 2022 merupakan salah satu indikasi dampak perubahan iklim.

Menurut Dwikorita, kombinasi berbagai faktor alam menjadikan sebagian wilayah Indonesia tetap dilanda hujan lebat bahkan mengalami cuaca ekstrem meski di waktu musim kemarau. Faktor alam tersebut yaitu menghangatnya suhu muka laut Indonesia, masih aktifnya fenomena La Nina dan terjadinya fenomena iklim IOD negatif (Indian Ocean Dipole).

Dwikorita menerangkan, menghangatnya suhu muka laut di Indonesia menyebabkan peningkatan kadar uap air di atmosfer, sehingga potensi terbentuknya awan-awan hujan meningkat.

“Fenomena La Nina, berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan karena menyebabkan peningkatan suplai uap air dari arah Samudera Pasifik sedangkan fenomena IOD negatif menyebabkan peningkatan suplai uap air dari arah Samudera Hindia,” kata Dwikorita.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut