Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Loyo, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.706 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Blak-blakan, Menhan Beberkan Asal Muasal AS Ajukan Izin Terbang di Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:18:00 WIB
Blak-blakan, Menhan Beberkan Asal Muasal AS Ajukan Izin Terbang di Indonesia
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan jajarannya mengikuti rapat kerja Komisi I DPR (foto: Felldy Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap asal muasal Amerika Serikat (AS) mengajukan permintaan overflight access atau izin melintas di wilayah udara Indonesia. Menhan menyampaikan, permintaan itu pertama kali disampaikan Menteri Perang AS dalam pertemuan empat mata pada forum ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) Plus tahun 2025.

"Jadi pada saat ketemu saya bilateral, dia bilang 'Menteri Pertahanan Indonesia, kami dukung pembangunan kekuatan pertahanan di Indonesia'," kata Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kata dia, Menteri Perang AS kemudian menyampaikan permintaan agar AS bisa melintas wilayah Indonesia untuk kepentingan tertentu yang mendesak.

"Dia bilang begini, ‘Pak Menhan, boleh nggak?’ Ini saya anggap etis. ‘Boleh nggak Amerika itu melintas wilayah Indonesia? Boleh nggak melintas wilayah Indonesia apabila kami ingin melintas untuk keperluan-keperluan tertentu yang mendesak? Akan tetapi kami akan ikuti peraturan yang Anda keluarkan' Itu diucapkan secara lisan kepada saya," ujarnya.

Sjafrie mengaku tidak bisa langsung memberikan jawaban dan memilih melaporkan hal itu kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Panglima Tertinggi TNI.

Dia menuturkan, saat itu Menteri Perang AS juga mengundangnya berkunjung ke AS pada 2026. Dia mengaku terkejut lantaran pernah terkena larangan masuk AS akibat rekam jejak sebagai prajurit yang pernah bertugas di Timor Timur.

Pembicaraan kemudian berlanjut pada Februari 2026 ketika AS mengirim utusan membawa surat dan usulan pembahasan kemungkinan overflight access.

Sjafrie mengatakan, hasil pembahasan itu kemudian dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) atau dokumen pendahuluan yang diteken saat dirinya berkunjung ke AS beberapa waktu lalu.

"Letter of Intent itu yang pertama adalah menghormati integritas dan kedaulatan teritorial. Yang kedua, diperlukan mekanisme dan standing operating procedures kalau kita setuju. Dan konsisten dengan hukum dari masing-masing negara," katanya.

Sjafrie memastikan tidak membuat komitmen apa pun dengan Amerika Serikat terkait udara.

"Ini adalah Letter of Intent. Bukan Letter of Commitment. Jadi kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat dalam hal udara. Tidak. Kami mempertahankan konstitusi dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut