Biografi Taufik Ismail, Sastrawan dan Penyair Legendaris Indonesia
Dengan latar belakang keluarga seperti itulah Taufiq dikenal sebagai penyair yang bernafaskan keagamaan. Selain itu, Taufiq juga seorang kolumnis, dan berulang kali menulis lirik lagu untuk kelompok Bimbo.
Dari kecil Taufiq Ismail suka membaca, novel yang pertama kali ia baca adalah Tak Potoes Diroendoeng Malang, karya S. Takdir Aljsjahbana, dan novel terjemahan karya Alexander Dumas, Tiga Panglima Perang.
Sejak SMA, ia sudah bercita-cita sebagai sastrawan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia Bogor (sekarang IPB) dan tamat kuliah pada tahun 1963.
Kemudian, Taufiq Ismail bersama Mochtar Lubis, PK Ojong, Zaini, dan Arief Budiman mendirikan sebuah yayasan Indonesia yang melahirkan majalah sastra "Horison".
Taufiq juga pernah mengajar sebagai guru bahasa di SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965), guru Ilmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962), dan asisten dosen Manajemen Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB (1961-1964).