Biografi Sultan Mahmud Badaruddin II, Pahlawan Legendaris Asal Palembang
Pada tahun 1816 Belanda kembali berkuasa di Indonesia dan mengakhiri periode perjuangan rakyat Palembang melawan Inggris. Pada tahun 1819, pasukan Sultan Mahmud bersiap berperang melawan Belanda dengan dukungan ulama Tarekat Sammaniyah. Mereka melancarkan serangan dengan keberanian luar biasa, mengalahkan pasukan Belanda dalam serangan pertama.
Namun ketika memasuki waktu sahur Belanda menyerang secara tiba-tiba dan berhasil menguasai Palembang. Mereka menangkap Sultan Mahmud Badaruddin II dan membuangnya ke Ternate.
Di Ternate dia diakui sebagai Sultan Ternate selama pengasingannya. Dia banyak membaur dengan masyarakat Ternate dan menjalani kehidupan religiusnya.
Sultan Mahmud Badaruddin II tetap menjadi sosok yang tak terlupakan dalam perjuangan melawan penjajahan. Keberaniannya, keyakinannya, dan semangat juangnya tetap menyala, membangkitkan semangat kemerdekaan di hati setiap generasi masyarakat Palembang.
Ditempat pengasinganya, Sultan Mahmud Badaruddin II meninggal pada 26 September 1852. Dia salah satu tokoh yang tidak boleh dilupakan dalam sejarah Indonesia.
Kehidupan Mahmud Badaruddin II penuh perjuangan dan warisannya yang berharga membuatnya menjadi sosok pemimpin yang sempurna.
Semangat dan dedikasi Sultan Mahmud Badaruddin II dalam melayani rakyat sesuatu yang patut dicontoh oleh generasi-generasi selanjutnya.
Editor: Faieq Hidayat