Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Besar M7,3 Guncang Meksiko, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Biografi Ahmad Tohari, Sastrawan yang Karyanya Mengalir dari Desa hingga Kancah Internasional

Jumat, 17 November 2023 - 17:42:00 WIB
Biografi Ahmad Tohari, Sastrawan yang Karyanya Mengalir dari Desa hingga Kancah Internasional
Ahmad Tohari, sastrawan dan budayawan Indonesia. (Foto: YouTube/Kanca Budaya)
Advertisement . Scroll to see content

Pendidikan yang Tidak Terbatas, Karya yang Meluas

Tohari menempuh pendidikan di berbagai bidang, termasuk Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (1974-1975) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (1975-1976).

Meskipun dia menjelajahi bidang-bidang ini, Tohari tidak menemukan ketertarikan yang cukup untuk mengejarnya dengan tekun.

Penghargaan dan Pengakuan Internasional

Karya-karya Tohari tidak hanya mencuri perhatian di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Triloginya yang fenomenal telah diadaptasi ke dalam film layar lebar berjudul Sang Penari.

Karya-karya lainnya, seperti Kubah, Bekisar Merah dan Orang-Orang Proyek membawa pulang sejumlah penghargaan. Novel Kubah yang menggambarkan konflik nasional Indonesia pada peristiwa G30S, menjadi sorotan karena persepsi yang berbeda di kalangan pembaca.

Kontroversi dan Perjuangan

Perjalanan kepengarangan Tohari penuh liku-liku. Novel Ronggeng Dukuh Paruk yang terbit tahun 1982, mengisahkan pergolakan di dusun kecil selama masa pergolakan komunis dan dianggap kontroversial oleh Orde Baru. Pemerintah memandangnya sebagai karya yang terlalu kiri. Bahkan Tohari diinterogasi selama berminggu-minggu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut