Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Bocorkan Jurus Kembalikan Rupiah ke Rp15.000 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

BI Minta Masyarakat Tak Panic Buying Borong Dolar AS, Ini Alasannya!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:00:00 WIB
BI Minta Masyarakat Tak Panic Buying Borong Dolar AS, Ini Alasannya!
Ilustrasi BI mengimbau masyarakat tak panic buying beli dolar AS. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id - Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat tidak terburu-buru memborong dolar Amerika Serikat (AS) di tengah koreksi yang tengah dialami nilai tukar rupiah. Otoritas moneter menilai tindakan panic buying di pasar valuta asing justru akan memperparah volatilitas kurs, lantaran memicu lonjakan permintaan semu yang tidak didasarkan pada kebutuhan riil.

Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Ruth A Cussoy Intama menganalogikan kepanikan di pasar valas ini menyerupai perilaku berbelanja berlebihan (panic buying) yang sempat melanda masyarakat pada masa-masa awal kedaruratan kesehatan global beberapa tahun silam.

“Mungkin sebelumnya adalah risiko beli ya transaksi spot gitu ya namanya orang ya kalau panik. Kita aja deh kalau misalnya waktu Covid-19, apa sih yang dibeli oleh ibu-ibu? Pasti kan langsung nyiapin bahan makanan gitu ya, di rumah itu pasti langsung beras minyak gitu ya,” ungkap Ruth dalam acara Pelatihan Wartawan di Makassar, Jumat (22/5/2026).

Menurut Ruth, pola kecemasan serupa kini diadopsi oleh pelaku pasar valas. Contohnya, para orang tua yang memiliki anak yang menempuh studi di luar negeri cenderung mempercepat pembelian dolar karena takut biaya hidup anak mereka akan membengkak.

Kondisi yang sama juga menjangkiti para pelaku usaha di sektor riil, khususnya para importir yang memiliki kewajiban pembayaran dalam mata uang asing. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut