Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Prabowo Kejar Target 82,3 Juta Penerima MBG hingga Akhir 2026
Advertisement . Scroll to see content

BGN Siapkan Menu MBG Tahan Lama saat Ramadan, Telur Asin hingga Kurma

Senin, 09 Februari 2026 - 20:46:00 WIB
BGN Siapkan Menu MBG Tahan Lama saat Ramadan, Telur Asin hingga Kurma
Kepala BGN Dadan Hindayana. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan menu khusus Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Menu tersebut akan didominasi makanan tahan lama seperti telur asin, kurma, hingga pangan di wilayah penerima manfaat.

"Terkait dengan menu yang untuk dibawa pulang, itu kita sudah tetapkan lebih banyak terkait dengan contohnya kurma, kemudian telur rebus atau telur asin, telur pindang, kemudian ada abon, buah, susu, dan penganan-penganan lokal yang saya kira secara tradisional banyak disajikan di bulan Ramadan yang tahan lama," kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).

Dalam menu MBG itu, kata dia, BGN akan membatasi penggunaan produk dari perusahaan besar. Pihaknya lebih memprioritaskan UMKM untuk terlibat dalam menu MBG.

"Kita hindarkan semaksimal produk-produk perusahaan besar. Sesekali boleh, tapi tidak setiap hari. Jadi kita ingin mendorong agar UMKM terlibat banyak di dalam proses penyediaan menu di saat Ramadan ini," ucap dia.

Dia mengatakan BGN telah memikirkan empat mekanisme penyaluran MBG selama bulan ramadan. Dia mengatakan lingkungan sekolah yang mayoritas pelajar beragama Islam, maka menu MBG berupa makanan yang tahan lama. 

"Yang pertama, untuk anak sekolah yang mayoritas di daerah puasa, itu makanannya akan berupa makanan yang tahan lama ya, yang untuk dibawa pulang dan untuk dikonsumsi saat buka," katanya.

Sedangkan pelajar yang di daerah mayoritas umat nonmuslim, maka penyaluran MBG akan dilakukan secara normal. Menu tersebut bisa disantap pelajar seperti biasa.

"Kemudian untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanannya normal ya, dan seperti biasa makan segar di jam biasa karena mayoritas tidak puasa," tuturnya.

Dia mengatakan MBG secara normal juga berlaku untuk penerimaan manfaat seperti ibu hamil hingga balita. Menu ini biasanya disalurkan di setiap wilayah atau RT/RW tempat penerima manfaat tinggal. 

"Kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, itu pelayanannya juga normal," ujar dia.

Sedangkan bagi penerima manfaat di lingkungan pesantren, maka MBG akan diberikan pada sore hari. 

"Sementara untuk SPPG yang ada di dalam pesantren dan penerima manfaatnya juga di pesantren, maka pelayanan normal tetapi waktunya digeser ke sore hari menjelang puasa," kata dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut