Bertambah, Calon Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer Jadi 3 Orang
Rico memastikan, sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan. Para peserta yang mengikuti latsarmil dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan.
”Sejak munculnya keluhan kesehatan, tim medis satuan dan rumah sakit telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku,” tuturnya.
Rico menyampaikan dukacita Kemhan kepada keluarga almarhumah. Saat ini, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta.
”Guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kemhan mengonfirmasi dua peserta latihan dasar militer (latsarmil) meninggal pada 17 dan 18 Juni 2026. Keduanya adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq peserta yang dari program SPPI Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026.
Anisa sebelumnya telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan hingga dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heatstroke atau ketika suhu tubuh meningkat drastis hingga mencapai atau melebihi 40 derajat celcius.
Sementara Yonanda yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit karena cardiac arrest atau henti jantung.
Editor: Rizky Agustian