Berduka, Pangkormar Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah 2 Marinir Gugur Diserang KKB
JAKARTA, iNews.id - Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) berduka atas gugurnya dua prajurit dalam kontak tembak di Maybrat, Papua Barat Daya. Keduanya telah dipulangkan ke daerah asal untuk dimakamkan melalui upacara militer sebagai bentuk penghormatan negara.
Upacara pelepasan jenazah dipimpin Panglima Korps Marinir (Pangkormar), Letjen TNI (Mar) Endi Supardi. Prosesi tersebut menjadi penghormatan terakhir bagi Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio dan Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra yang gugur saat menjalankan tugas.
Jenazah Andi Suvio disemayamkan di Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (23/3/2026), sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sementara itu, jenazah Elki Saputra telah lebih dahulu dipulangkan ke Padang, Sumatera Barat untuk dimakamkan.
Kronologi 2 Prajurit Marinir Gugur Baku Tembak dengan KKB di Maybrat, Disergap saat Patroli
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul mengatakan, TNI AL memberikan penghormatan terbaik kepada para prajurit serta memastikan hak keluarga terpenuhi.
“Saat ini fokus utama kami adalah memberikan penghormatan terakhir yang layak kepada para patriot negara, serta memastikan seluruh hak-hak almarhum dan keluarga yang ditinggalkan terpenuhi dengan baik,” kata Laksma Tunggul.
Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara militer dengan tertib dan penuh penghormatan sebagai wujud penghargaan atas pengabdian prajurit.
“Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Korps Marinir, namun juga menjadi teladan akan semangat pengabdian, keberanian, dan kesetiaan seorang prajurit dalam menjaga kehormatan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Insiden penyerangan terhadap prajurit TNI terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat pada Minggu (22/3/2026) pagi. Dalam peristiwa tersebut, tiga prajurit menjadi korban, dua di antaranya gugur dan satu lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Kota Sorong.
Bupati Maybrat, Karel Murafer menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat untuk meredam situasi pascakejadian.
“Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, sehingga mengakibatkan putra terbaik bangsa 3 orang yang kena tembak, lalu 2 yang sudah gugur, 1 lagi dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Kota Sorong,” kata Karel.
Dia juga berharap pendekatan dialog dapat membuka peluang rekonsiliasi dengan kelompok yang berseberangan.
“Dengan harapan pendekatan-pendekatan ini kita lakukan sehingga saudara-saudara kita yang berseberangan ideologi dengan kita agar supaya mereka bisa turun gunung lain-lain sehingga bisa bergabung dengan kita untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan di berbagai aspek,” ucapnya.
Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
“Selain tiga anggota TNI menjadi korban penembakan, 2 pucuk senjata dan logistik militer Indonesia telah disita oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Brigjend Denny Moos,” katanta.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan pendalaman dan pengamanan wilayah untuk memastikan kondisi tetap kondusif
Editor: Kurnia Illahi