Begini Cara Mafia Bandara Soetta Loloskan 7 WNA India dari Karantina Covid-19
"Tahap dua, disediakan kendaraan Damri ke hotel yang dirujuk. Tahap tiga di hotel dikarantina. Ini yang harus dilewati. Tapi yang terjadi di tahap satu sudah lewat, didampingi oleh oknum tersangka," katanya.
Ada enam tersangka yang berperan meloloskan para WNA asal India itu dari wajib karantina. Mereka, terdiri atas empat WNI dan dua WNA. Dari empat WNI itu, satu di antaranya diketahui mendapatkan bayaran Rp12 juta, untuk membawa tiga orang WNA.
"Yang membantu, untuk menjadi calonya itu dengan bayaran aneka ragam, mulai dari Rp6 juta-Rp7 juta, bisa lolos tanpa melewati karantina dan bisa langsung menuju ke rumah atau apartemennya," paparnya.
Para mafia itu, lanjut Yusri, membawa WNA yang telah lebih dahulu melakukan komunikasi dengan mereka agar lolos dari wajib karantina, saat pemeriksaan tahap kedua. Dari yang harusnya masuk bus Damri ke hotel karantina, mereka dipisahkan naik taksi.
Yang mengejutkan, aksi para mafia hingga bisa lolos membawa para WNA tanpa ada kecurigaan dari Satgas Udara Penanganan Covid-19 Bandara Soetta, karena mereka punya pas bandara resmi Angkasa Pura (AP) II, selaku pengelola dari Bandara Soetta.