Bapanas Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng di Tengah Stok CPO Melimpah
JAKARTA, iNews.id - Harga minyak goreng melonjak di sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. Kondisi ini dinilai sebagai anomali, mengingat saat ini pasokan crude palm oil (CPO) atau kelapa sawit yang melimpah hingga 5,7 juta ton.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai, kondisi ini sebagai anomali yang tidak dapat dibenarkan. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy menegaskan, kenaikan harga tidak berkaitan dengan pasokan maupun faktor global.
Sebagai contoh, harga minyak goreng rakyat merek Minyakita menyentuh Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter
"Produksi cukup, bahan baku aman. Jadi kalau harga naik, itu bukan soal pasokan, tapi soal distribusi yang tidak dikendalikan. Ini tidak bisa dibiarkan,” kata Sarwo dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Sarwo menegaskan, produsen minyak goreng tidak boleh lepas tangan terhadap distribusi produk hingga ke konsumen. Menurutnya, tanggung jawab penuh berada di tangan produsen, termasuk dalam mengawasi distributor agar tidak memainkan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Bapanas Dorong Optimalisasi DMO Imbas Kenaikan Harga Minyak Goreng di 207 Kabupaten Kota
“Produsen tidak boleh cuci tangan. Ini produk mereka, mereka yang harus bertanggung jawab penuh sampai ke tangan konsumen. Kalau ada distributor yang bermain harga, tindak. Cabut. Jangan diberi ruang,” tuturnya.