Bangga! Mahasiswa Unikom Wakili RI di Ajang Microsoft, Ini Aplikasi yang Dibuat
Namun, para peternak kesulitan untuk mengambil, memetakan, dan mengelola data lingkungan serta kesehatan hewan ternak secara manual. Terlebih karena rata-rata peternakan memiliki jumlah hewan ternak di atas 600 ekor.
Untuk itu, Moon Chick mengusulkan sistem kolaborasi cerdas berbasis big data analytics, machine learning, dan Internet of Things (IoT) bagi para pengusaha ternak yang dapat diakses di area terpencil dengan akses internet terbatas.
“Moon Chick Dapat membantu peternak untuk mengelola peternakan mereka secara lebih efektif. Misalnya, dengan memberikan notifikasi pada peternak ketika ada kondisi lingkungan tidak biasa yang tengah terjadi di area peternakan, atau ketika ada hewan ternak yang sakit,” ujar salah satu perwakilan Moon Chick, Muhammad Farid Laksamana.
Kemudian, kelompok Snailly Project mengembangkan aplikasi berbasis machine learning, yaitu Snailly yang memberdayakan orang tua. Dari aplikasi itu, orang tua dapat mengawasi aktivitas internet anak, guna memastikan keamanan online.
Aplikasi ini pun terpilih sebagai pemenang kategori education tingkat Asia, sehingga berhak mendapatkan hadiah senilai USD2.500 dan kredit Azure dari Microsoft Founders Hub Memanfaatkan kapabilitas Azure Machine Learning, aplikasi Snailly dapat mendeteksi dan memblokir situs yang memuat konten dengan kata kunci negatif.
"Jikalau anak-anak secara sengaja ataupun tidak sengaja membuka situs dengan kata kunci yang dinilai tidak sesuai bagi mereka, orang tua akan mendapatkan notifikasi. Kumpulan situs ini pun akan tersimpan di data base history yang dibangun menggunakan Azure Blob Storage, sehingga orang tua dapat mengecek kembali hasil blokiran yang ada," ucap perwakilan dari Snailly Project, Adinda Regita Afifah Cahyani.
Editor: Puti Aini Yasmin