Arti Malam Satu Suro bagi Orang Jawa: Sejarah dan Tradisinya
Tradisi malam satu Suro menunjukkan keberagaman dalam budaya di Indonesia. Di kota Solo, contohnya, malam satu Suro dirayakan dengan tradisi kirab, termasuk kirab pusaka dan kirab malam satu Suro.
Kirab malam satu Suro memiliki tujuan untuk memohon keselamatan dan sebagai kesempatan untuk introspeksi diri agar menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.
Menurut informasi yang dilansir dari laman Pemerintah Kota Surakarta, kirab malam satu Suro identik dengan penggunaan kebo bule dalam prosesi kirab. Kebo bule yang digunakan dalam upacara adat harus berasal dari keturunan kebo bule Kiai Slamet.
Hal ini dilakukan karena masyarakat Jawa percaya bahwa kebo bule Kiai Slamet memiliki kekuatan magis yang dapat memberikan keberuntungan bagi masyarakat yang menggunakannya.
Kebo bule ini dulunya merupakan hewan peliharaan Paku Buwono II saat beliau berkuasa di Keraton Kartasura. Kebo bule awalnya diberikan sebagai hadiah oleh Kiai Hasan Beshari Tegalsari Ponorogo kepada Paku Buwono II.