Arab Saudi Pastikan Kesiapan Pengamanan Haji 2026, Kerahkan Teknologi AI
Bassami menambahkan, selain personel keamanan yang siap bekerja sejak awal, teknologi canggih juga diterapkan untuk menegakkan aturan haji dan mendeteksi pelanggaran maupun kampanye ilegal.
Jenderal bintang 3 ini juga menegaskan, ibadah haji tidak akan dipolitisasi atau dimanfaatkan untuk aktivitas yang bertentangan dengan tujuan religius pelaksanaan haji, di tengah kedatangan lebih dari 1,5 juta jemaah dari luar negeri ke Tanah Suci.
“Kami minta jemaah fokus sepenuhnya pada ibadah dan tidak melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu ketertiban maupun kesucian haji,” katanya.
Pemerintah Saudi menyebut tingkat kepatuhan jemaah tahun ini naik signifikan dibandingkan musim haji sebelumnya. Jumlah pelanggar dan deportasi tercatat turun 44 persen, kampanye haji palsu berkurang 12 persen, dan pelanggaran terkait aturan residensi serta perbatasan menurun 33 persen.
Sementara itu, Letjen Mohammed Al Omari menjelaskan pengamanan haji tahun ini bersifat terpadu, proaktif, dan fleksibel. Pasukan keamanan ditempatkan di berbagai titik utama seperti Masjid Namirah, Jabal Rahmah, dan kompleks Jamarat untuk mengatur pergerakan jemaah serta menjaga keselamatan.
Mayjen Hamoud bin Suleiman Al Faraj memaparkan tentang rencana umum untuk Kota Suci Makkah yang mencakup aspek preventif dan operasional inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang digunakan dalam ibadah haji tahun ini.
“Kami memperkuat langkah-langkah pencegahan risiko untuk meningkatkan kecepatan respons selama musim haji,” ucapnya.
Editor: Aditya Pratama