Angela Tanoesoedibjo Targetkan 50% Konten Berbasis AI Hadir di V+Short
Hal senada juga disampaikan CEO V+Short Clarissa Tanoesoedibjo. Ia menilai V+Short hadir untuk mengisi waktu luang masyarakat urban melalui konten vertikal yang intim dan mudah diakses.
Deretan Microdrama di V+Short, Tawarkan Beragam Genre Seru!
"Tindakan sederhana memegang ponsel Anda secara tegak (vertikal) menghilangkan hambatan bagi Anda untuk mengonsumsi konten secara instan. Ini terjadi seketika dan tanpa usaha; pada dasarnya ini adalah hiburan yang hanya digerakkan oleh jempol Anda," kata Clarissa dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, Angela menyampaikan bahwa durasi perhatian (attention span) penonton kini sangat singkat. Hal inilah yang mendasari lahirnya platform V+Short yang fokus pada konten drama vertikal format pendek.
"Tiga detik sebenarnya adalah waktu rata-rata yang dibutuhkan orang saat ini untuk memutuskan apakah mereka ingin menonton suatu konten atau tidak. Dan selama waktu yang terbatas itu, mereka juga ingin merasakan emosi yang besar," ungkapnya.
Ia menambahkan, penonton masa kini mendambakan konten yang mampu memicu perasaan secara instan dalam hitungan detik.
"Mereka ingin menangis, tertawa, marah; mereka ingin merasakan emosi. Dan kombinasi antara waktu yang tepat serta emosi yang tepat adalah peluang berikutnya dalam industri media digital ini," jelas Angela.
Editor: Muhammad Sukardi