Allana Abdullah Resmi Pimpin JCI Batavia, Fokus Globalkan UMKM dan Pengembangan SDM
“Di mana wirausaha yang memerlukan dana bisa meng-crowd fund dana sampai Rp10 miliar, dan itu adalah benefit yang sangat bisa membantu para UMKM sampai dengan untuk pre-IPO,” ungkap Allana.
Di samping itu, Allana juga turut melihat potensi industri kreatif Indonesia yang sangat besar, seperti sektor gaming, seni lukis, hingga kerajinan tangan yang memiliki nilai ekspor tinggi namun masih terkendala masalah teknis.
Stok Plasma Konvalesen di PMI Surabaya Kosong, JCI Bikin Sayembara Berhadiah bagi Pendonor
"Sebenarnya produk kita ini skala global tidak kalah, tapi memang ada gap di sini dan bottleneck di sini yang perlu diperbaiki bersama dan kami bersedia dari JCI Batavia untuk membantu memuluskan transisi ini,” jelas dia.
Menjawab permasalahan tersebut, dia menuturkan JCI Batavia telah menyiapkan rangkaian program intensif yang melibatkan para ahli di internal organisasi. Nantinya, fokus utama akan diarahkan pada peningkatan kualitas produksi dan proses nilai tambah.
“Kami akan lebih ke training salah satunya, habis itu juga kami akan lebih ke hilirisasi barang-barang atau produksi-produksi UMKM karena dari di JCI Batavia sendiri banyak pengusaha-pengusaha yang memang capable untuk melakukan ini," tutur Allana.
Sementara itu, Vice President JCI Batavia Ryzki Hawadi mempertegas posisi organisasi yang kini telah memasuki usia ke-111 tahun secara global. Dia menyoroti kembalinya JCI Batavia sebagai penyelenggara ajang penghargaan bergengsi bagi pemuda Indonesia.
“Tahun ini JCI Batavia kembali menyelenggarakan selama 3 tahun berturut-turut Ten Outstanding Young Persons (TOYP), semoga kita bisa memberikan kepada 10 pemuda dan pemudi terbaik di Indonesia di bawah 40 tahun,” tutur Ryzki.