Akses Aceh Timur-Gayo Lues Segera Tersambung, Penanganan Darurat Masuk Tahap Akhir
Untuk diketahui, jalur Peureulak-Lokop sebelumnya mengalami kerusakan berat dan terputus akibat kejadian banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Sejak saat itu, dilakukan serangkaian kegiatan penanganan darurat berupa pembersihan material longsoran, normalisasi badan jalan, serta pembangunan jalur darurat selama kurang lebih 30 hari.
Namun, pada Senin (5/1/2026), banjir bandang kembali terjadi di KM 83, tepatnya di wilayah Gampong Lokop. Peristiwa ini mengakibatkan jalur darurat yang telah dibangun sebelumnya rusak dan kembali terputus, sehingga akses transportasi masyarakat dan distribusi logistik kembali terganggu.
Penanganan darurat lanjutan segera dilakukan dan berhasil memulihkan kembali jalur dalam waktu kurang lebih lima hari. Jalur darurat tersebut kemudian dinyatakan dapat difungsikan dan dilakukan uji fungsi pada Sabtu (10/1/2026).
"Berdasarkan hasil uji fungsi, jalur dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat jenis DT-Hercules," kata dia.