Akmil 94 Melesat! Eks Dansat 81 Gultor Kopassus Tembus Bintang 3
Karier militer Tri Budi Utomo terbilang sangat cemerlang. Lulus dari Lembah Tidar, Magelang, serdadu dari kecabangan infanteri ini ditempa Kopassus. Tidak mengherankan sebagian besar penugasannya di pasukan elite tersebut.
Dalam rekam jejaknya, jenderal lulusan Seskoad Dikreg XLVII (2009) ini pernah menjabat Komandan Sat Gultor 81, unit dengan kemampuan tempur paling komplet di Korps Baret Merah.
Setahun di Sat Gultor 81, dia dipromosikan sebagai Asisten Personel Danjen Kopassus (2017-2019). Setelah itu masuk Korps Setia Waspada sebagai Komandan Grup A Paspampres.
Tri ketika itu menggantikan Kolonel Inf Mohamad Hasan, seniornya di Kopassus (kini Pangkostrad). Setelah itu dia ditugaskan di teritorial level kabupaten/kota yakni Danrem 052/Wijayakrama yang membawahi Kodim Jakarta Utara, Jakarta Barat, Tangerang dan Tigaraksa.
Berdasarkan validasi organisasi, Korem 052 dinaikkan menjadi tipe A. Itu artinya, jabatan danrem akan dijabat jenderal bintang satu alias brigjen. Dengan demikian, Tri pun pecah bintang.
Penunjukan tersebut sekaligus menempatkannya sebagai jenderal bintang satu pertama dari abituren (lulusan) Akmil 1994. Kariernya kian mencorong setelah itu. Tri Budi lantas dipromosikan sebagai Wadanjen Kopassus (2020-2021).
Tentara kelahiran 6 Februari 1971 ini mengoleksi dua bintang emas alias tembus mayjen saat diangkat sebagai Danpaspampres. Menjadi tameng hidup presiden tersebut dilakoninya dari kurun waktu 2021-2022.
Jabatan strategis kembali dialamatkan kepada prajurit yang pernah dapat kepercayaan sebagai Kepala Operasi Nemangkawi TNI ini. Tri Budi memimpin teritorial sebagai Pangdam VI/Mulawarman sejak 2022.
Dengan promosi sebagai sekjen kemhan, koleksi bintangnya bakal bertambah satu. Jika saat brigjen dia tercepat di angkatannya, kali ini pun sama. Tri Budi menjadi orang pertama lulusan Akmil 94 yang sukses menembus letjen.
Berdasarkan data litbang iNews.id, saat ini terdapat 22 pati TNI berpangkat letjen dengan enam orang di antaranya bertugas di luar struktur. Dari jumlah tersebut, Tri Budi menjadi satu-satunya letjen dari Akmil 94 alias angkatan termuda.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq