AHY Buka Peluang Kolaborasi Internasional, Bangun Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa
“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memilih untuk membangun persahabatan dengan semua bangsa. Kita percaya pada dialog di atas konfrontasi, kerja sama di atas persaingan, serta kemitraan yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” lanjutnya.
Dalam paparannya, AHY menyampaikan tiga prioritas utama pembangunan infrastruktur nasional. Pertama, dekarbonisasi sektor transportasi untuk mendukung target Net Zero Emissions. Kedua, penguatan konektivitas strategis melalui integrasi pelabuhan, sistem logistik, dan jaringan perkeretaapian nasional. Ketiga, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim, termasuk perlindungan kawasan pesisir melalui proyek Giant Sea Wall.
Menurut AHY, perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata bagi Indonesia. Banjir, abrasi pantai, cuaca ekstrem, kenaikan muka air laut, hingga penurunan muka tanah di sejumlah wilayah pesisir membutuhkan langkah mitigasi yang terukur, terpadu, dan berjangka panjang.
“Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, khususnya di wilayah Pantai Utara Jawa. Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kawasan Pantai Utara Jawa merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi nasional yang berperan penting dalam mendukung sektor industri, perdagangan, logistik, pelabuhan, dan mobilitas masyarakat. Karena itu, perlindungan kawasan pesisir menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional jangka panjang.