Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Feri Amsari soal RI Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Langgar Konstitusi
Advertisement . Scroll to see content

Abu Janda Sebut Alasan Iran Minta Maaf ke UEA imbas Perang Karena Dapat Ancaman

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:52:00 WIB
Abu Janda Sebut Alasan Iran Minta Maaf ke UEA imbas Perang Karena Dapat Ancaman
Pegiat Sosial Media Permadi Arya atau Abu Janda mengungkapkan alasan Iran meminta maaf kepada negara Arab yang terdapat perang karena dapat ancaman. (Foto: Screenshot)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pegiat Sosial Media Permadi Arya atau Abu Janda mengungkap alasan Presiden Iran meminta maaf kepada negara-negara Arab yang terkena imbas perang dengan Amerika Serikat (AS)-Israel. Menurutnya, hal itu karena ada ancaman dari Raja Uni Emirat Arab (UEA).

Ia menjelaskan pada dasarnya Iran menjual pasokan minyak ke China dan Rusia. Namun, uang hasil penjualan tersebut berada di Dubai, UEA. Melihat negaranya ikut terdampak perang, Raja UEA pun mengancam akan membekukan uang milik Iran.

"Ia minta maaf karena telah menyerang 5 negara teluk itu ada latar belakangnya, aku info A1 dari dubai, jadi selama ini Iran transaksi kan selama ini negara diembargo, jual minyak ke Rusia dan China, dan uang hasil minyak miliaran dinar, triliunan rupiah hasil penjualan minyak ke China dan Rusia diparkir di dubai," kata Abu Janda di Rakyat Bersuara iNews TV, Selasa (10/3/2026).

"Kenapa dia minta maaf karena dia diancam Raja Uni Emirat Arab 'kalau lu nyerang-nyerang gue terus, gue freeze lu punya duit'," sambung dia.

Ia pun membenarkan bahwa eskalasi perang telah menurun. Oleh karena itu, Abu Janda berharap perang akan segera berakhir hingga ekonomi dunia pulih.

"Jadi memang banyak dinamika di perang ini membuat eskalasi menurun," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permohonan maaf kepada negara-negara tetangga setelah serangkaian serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran memicu ketegangan kawasan Timur Tengah.

“Dewan kepemimpinan sementara mengumumkan kemarin bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak ada peluncuran rudal kecuali jika serangan berasal dari negara-negara tersebut terhadap Iran,” kata Pezeshkian dalam pidato kepada rakyat Iran, dikutip dari Anadolu, Sabtu (7/3/2026).

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut