Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelindo Catat 3 Pelabuhan Terpadat selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Apa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

7 Tradisi Unik Idul Fitri di Indonesia. Ada yang Diarak Keliling Kampung

Sabtu, 22 April 2023 - 10:07:00 WIB
7 Tradisi Unik Idul Fitri di Indonesia. Ada yang Diarak Keliling Kampung
Ilustrasi tradisi unik Idul Fitri (freepik)
Advertisement . Scroll to see content
  • 5. Riau

Riau memiliki tradisi batobo yang khas digelar menyambut Hari Raya Idul Fitri. Tradisi yang sangat terkenal ini biasa dilakukan di Kampar dan dikhususkan bagi perantau yang kembali ke Riau atau mudik saat Lebaran.
Sambutan meriah layaknya pahlawan akan diterima para perantau dengan cara diarak dengan iringan rebana. Rombongan pemudik itu akan dibawa melewati sawah dan menuju ke lokasi buka puasa bersama.

Kemeriahan tradisi Batobo ini tentu saja menjadi daya tarik dan ajang mempererat tali silaturahmi antara warga di tanah kelahiran dengan para perantau. Setelah berbuka puasa bersama, perantau akan melakukan pengajian dan kegiatan lainnya.

  • 6. Jember

Wilayah Jember di Jawa Timur juga memiliki tradisi unik saat Lebaran. Melansir Okezone, tradisi bernama pawai pegon sudah terdapat di masyarakat Jember dan sudah dilakukan turun-temurun.
Pawai pegon biasanya dilakukan sepekan setelah Hari Lebaran, sekaligus menandai tibanya Lebaran Ketupat. Dalam pawai ini, ada beberapa gerobak yang ditarik dengan 2 ekor sapi. Gerobak tersebut juga dihiasi dengan janur kuning dan mengangkut 1 keluarga yang membawa ketupat dan lauk pauknya.

Pawai ini akan berakhir di pantai dengan menggelar makan bersama dan berkumpul di pantai. Selain mempertahankan kebudayaan dan tradisi daerah, pawai ini juga berusaha melestarikan transportasi tradisional yang mulai pudar. 

  • 7. Papua

Siapa bilang Papua tidak memiliki tradisi unik saat Lebaran? Masyarakat Kaimana di Papua memiliki tradisi hadrat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Sudah berlangsung secara turun-temurun, tradisi ini dilakukan masyarakat dengan cara berkeliling kota dalam suasana yang sangat meriah.

Beragam golongan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, bisa turun ke jalan dan bergabung dalam kemeriahan hadrat. Hadrat dilakukan pada hari ke-2 Idul Fitri dengan diiringi musik hadrah dan lantunan shalawat.
Dalam pawai hadrat ini, masyarakat saling bersilaturahmi. Menariknya, tak hanya umat Muslim, pawai ini juga diikuti oleh warga non-muslim, sehingga menjadi ajang belajar toleransi dan menguatkan persatuan masyarakat. 

Wah, seru ya tradisinya. Selamat Lebaran semuanya!

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut